Senin, 08 Maret 2010
KUANTUM, KOMPUTER MASA DEPAN
Teknologi komputer merupakan salah satu teknologi yang paling cepat mengalami perkembangan dan kemajuan. Komputer-komputer yang ada saat ini sudah mencapai kemampuan yang sangat mengagumkan. Tetapi kedahsyatan komputer tercanggih yang ada saat ini pun masih belum bisa memuaskankeinginan manusia yang bermimpi untuk membuat sebuah Supercomputer yang benar-benar memiliki kecepatan super. Komputer yang nantinya layak untuk benar-benar disebut sebagai Komputer Super ini adalah Komputer Kuantum.
Teori tentang komputer kuantum ini pertama kali dicetuskan oleh fisikawan dari Argonne National Laboratory sekitar 20 tahun lalu. Paul Benioff merupakan orang pertama yang mengaplikasikan teori fisika kuantum pada dunia komputer di tahun 1981.
Komputer yang biasa kita gunakan sehari-hari merupakan komputer digital. Komputer digital sangat berbeda dengan komputer kuantum yang super itu. Komputer digital bekerja dengan bantuan microprocessor yang berbentuk chip kecil yang tersusun dari banyak transistor. Microprocessor biasanya lebih dikenal dengan istilah Central Processing Unit (CPU) dan merupakan ‘jantung’nya komputer. Microprocessor yang pertama adalah Intel 4004 yang diperkenalkan
pada tahun 1971. Komputer pertama ini cuma bisa melakukan perhitungan penjumlahan dan pengurangan saja. Memory komputer menggunakan sistem binary atau sistem angka basis 2 (0 dan 1) yang dikenal sebagai BIT (singkatan
dari Binary Digit).
Sistem inilah yang selama ini kita gunakan saat kita mengolah informasi menggunakan komputer. Quantum Computer atau komputer kuantum memanfaatkan fenomena ‘aneh’ yang disebut sebagai superposisi. Dalam mekanika kuantum, suatu partikel bisa berada dalam dua keadaan sekaligus. Inilah yang disebut keadaan superposisi. Dalam komputer kuantum, selain 0 dan 1 dikenal pula superposisi dari keduanya. Ini berarti keadaannya bisa berupa 0 dan 1, bukan hanya 0 atau 1 seperti di komputer digital biasa. Komputer kuantum tidak menggunakan Bits tetapi QUBITS (Quantum Bits). Karena kemampuannya untuk berada di bermacam keadaan (multiple states), untuk melaksanakan berbagai perhitungan secara simultan sehingga jauh lebih cepat dari komputer digital.
Komputer kuantum menggunakan partikel yang bisa berada dalam dua keadaan sekaligus, misalnya atom-atom yang pada saat yang sama berada dalam keadaan tereksitasi dan tidak tereksitasi, atau foton (partikel cahaya) yang berada di dua tempat berbeda pada saat bersamaan. Apa maksudnya ini?
Dengan sistem paralelisme perhitungan ini, kita bisa membayangkan betapa cepatnya komputer kuantum. Komputer digital yang paling canggih saat ini (setara dengan komputer kuantum 40 qubit) memiliki kemampuan untuk mengolah semua data dalam buku telepon di seluruh dunia (untuk menemukan satu nomor telepon tertentu) dalam waktu satu bulan. Jika menggunakan komputer kuantum proses ini hanya memerlukan waktu 27 menit!
Saat ini perkembangan teknologi sudah menghasilkan komputer kuantum sampai 7 qubit, tetapi menurut penelitian dan analisa yang ada, dalam beberapa tahun mendatang teknologi komputer kuantum bisa mencapai 100 qubit. Kita bisa membayangkan betapa cepatnya komputer masa depan nanti. Semua perhitungan yang biasanya butuh waktu berbulan-bulan, bertahun-tahun, bahkan berabad-abad pada akhirnya bisa dilaksanakan hanya dalam hitungan menit saja jika kita
menggunakan komputer kuantum yang super canggih dan super cepat itu. ((Prof. Yohanes Surya, Ph.D/rmb)
Terancam Dipenjara 4 Tahun, d'Masiv Siapkan Pengacara
Jakarta - Seorang penyelenggara konser menuntut band d'Masiv dengan pidana hingga 4 tahun penjara. d'Masiv pun tak tinggal diam. Mereka telah menyiapkan pengacara.
"Itu lagi diproses sama lawyer kita. Gimana-gimana ada kabar apapun pasti kita kabarin," ujar Ofis, manajer d'Masiv kepada detikhot via ponselnya, Senin (8/3/2010) sore.
Pihak d'Masiv mengaku sudah mendengar laporan polisi yang dilakukan Rizal atas batalnya konser di Sinjai, Sulawesi Selatan. Karenanya mereka telah menghubungi pihak pengacara. Sayang, d'Masiv belum bisa memberitahukan siapa pengacara yang mereka tunjuk.
Apa tindakan selanjutnya yang akan dilakukan mereka pun masih dalam proses penggodokan. Yang jelas, mereka punya itikad baik untuk menyelesaikan masalah tersebut.
"Kalau dilaporin ya kita kan harus memberikan keterangan. Nah ada yang lebih pantas memberikan yaitu pengacara, tapi nanti," jelas Ofis ramah.
"Itu lagi diproses sama lawyer kita. Gimana-gimana ada kabar apapun pasti kita kabarin," ujar Ofis, manajer d'Masiv kepada detikhot via ponselnya, Senin (8/3/2010) sore.
Pihak d'Masiv mengaku sudah mendengar laporan polisi yang dilakukan Rizal atas batalnya konser di Sinjai, Sulawesi Selatan. Karenanya mereka telah menghubungi pihak pengacara. Sayang, d'Masiv belum bisa memberitahukan siapa pengacara yang mereka tunjuk.
Apa tindakan selanjutnya yang akan dilakukan mereka pun masih dalam proses penggodokan. Yang jelas, mereka punya itikad baik untuk menyelesaikan masalah tersebut.
"Kalau dilaporin ya kita kan harus memberikan keterangan. Nah ada yang lebih pantas memberikan yaitu pengacara, tapi nanti," jelas Ofis ramah.
Langganan:
Postingan (Atom)

